Selasa, 16 Juni 2015



12:48PM. 17/06/2015

KESENDIRIANKU…..

Ketika rasa sepi mulai merasuk dalam kalbu, seakan akan tak mampu untuk menguasai diri, bagaimana tidak, hanya bayangmulah yang selalu timbul dalam sanubari, membuat hati dan perasaanku kian miris untuk membayangkan akan sosok dirimu dalam benakku. Seandainya engkau mampu hadir dalam dunia nyataku, pasti semua kegelisahan ini akan terjawab.

Betapa aku menginginkan sosok sepertimu, yang selalu ada disampingku ketika aku sedih maupun ketika dalam kegembiraanku. Sosokmu adalah impianku, ketulusanmu adalah idamanku, betapa hati telah terbius oleh semua tentangmu, yang kini mewujud sebagai bayang bayang semu, yang kadang terlihat jelas engkau hadir dalam duniaku, namun terkadang juga engkau hadir hanya dalam mimpiku. Mimpi yang tak sanggup aku terjemahkan dalam otakku. Apakah aku salah jika aku terlalu menginginkanmu sebagai pendampingku ?,
Yahhh… semua itu sudah terjawab. Bagaimana tidak, hukum Negara yang menentang jelas kaum sepertiku, menganggab bahwa seperti kami adalah orang orang hina, perusak moral bangsa, pencoreng nama baik, dan banyak bla bla blab bla…. Mereka hanya memandang kami sebelah mata.

Kami hanya ingin dianggab ada, kami lelah jika harus terus sembunyi dalam semua kepalsuan ini. Terus bersandiwara, sedangkan perasaan tersiksa. Namun inilah resiko kehidupan orang orang yang melawan dunia sepertiku. Segala konsekuensinya harus dapat kami terima. Jika tidak, maka kami sendirilah yang akan mati tersiksa oleh semua seluk beluk hinaan dan ocehan yang menyayat hati.

Dalam kesendirianku, aku mampu berfikir, dengan ketidak sempurnaan ini, aku mampu memanfaatkannya untuk hal hal positif sesuai yang aku inginkan. Kadang aku bersyukur, seandainya aku ditakdirkan untuk menjadi laki laki seutuhnya, mungkin aku sudah seperti orang orang kebanyakan, menikah diusia dini, karena tak mampu menahan sahwat akan nafsu sesaat. Dengan segala keterbatasan ini, aku bersyukur karna masih mampu mengejar semua cita cita yang kuinginkan. Masih bebas terbang kemana saja yang kumau.

Kesendirianku, terbayar oleh kebebasanku dalam memilih jalan hidupku. Mungkin suatu saat nanti aku akan sama seperti kalian semua, tapi itu pasti ada waktunya. Dan untuk saat ini, aku benar benar bahagia menjalani kehidupanku dengan status ini.

Tuhan, terimakasih atas semua kasih yang kau berikan padaku, walau terkadang seakan akan kau cuek dengan semua masalahku, namun aku tau, bahwa engkau adalah sosok yang perduli terhadapku, dan semua umat yang kau kasihi…

Kesendirianku…. Kebahagiaanku….

1 komentar:

  1. sorry semua, ini postingan pertama, jadi banyak kekeliruan dalam formatnya. hehehe...

    BalasHapus