23:05 PM.01/14/2015
DEAR GOD
Aku…. Adalah satu, satu kata yang beradaptasi dalam sebuah
lingkungan hidup yang semuanya serba menuntut. Menuntut untuk jadi berbeda,
menuntut untuk bisa beradaptasi, menuntut segala hal yang tak ku inginkan, menuntut
sesuatu yang bukan dari dasar jiwaku sendiri. terkadang disaat aku ingin
menjadi diriku sendiri, hal itu membuatku menjadi sangat memalukan. Bagaimana
tidak memalukan, jika segala sesuatunya sangat berbeda. Segalanya telah
berubah, kini taklagi mampu rasanya aku menanggung beban yang semakin lama
semakin membesar. Ya…. Selain Usia yang semakin menua, juga kebutuhan akan
keluarga semakin menuntutku untuk bisa menentukan jalan hidup yang akan ku
jalani esok hari, apakah akan terus seperti ini dalam kegelapan yang memang
berasal dari jiwaku, ataukah terus bersandiwara seolah aku normal dan terus
menjalani hidup dengan kepalsuan.
Terkadang aku terfikir untuk bisa merubah segalanya jadi biasa,
ya… kehidupan normal pada umumnya. Punya pacar, punya keluarga, punya anak,
hidup bahagia. Tapi rasanya hal itu sangat sulit bagiku untuk mewujudkanya. Hal
ini benar benar membuatku bingung, yang aku nggak tau hingga detik ini, apakah
ini normal ? . jika ini memang normal, kenapa aku sangat berbeda dari
kebanyakan mereka ? . dan jika ini memang sesuai dengan perkiraanku, kenapa
Tuhan memberikan aku cobaan seperti ini, cobaan yang sangat sulit bagiku untuk
bisa menerima kenyataan ini. berbagai pertanyaan hanya mampu berputar putar di
dalam kepalaku tanpa mampu ku jawab satu persatu.
Jika Tuhan mendengarku saat ini, aku hanya ingin bilang padaNya
Tuhan…. Jika hal ini hukuman darimu, maka aku rela menjalaninya
dengan sekuat dan semampuku, jika ini cobaan dariMu, aku juga akan coba terus
tambah dalam menjalaninya. Engkau tau Tuhan, bahwa aku bukanlah orang yang
mudah menyerah, namun jika Engkau menginginkanya, maka aku siap ! .
Tuhan…. Kau maha segalanya, hal yang mustahil dilakukan oleh
kami, Engkau dapat dengan mudah melakukanya. Dengan alasan itu Tuhan, aku
memohon padamu Tuhan, rubahlah aku menjadi sosok yang real Tuhan, real layaknya
pria pada umumnya. Rasanya aku sudah bosan dengan semua sandiwara ini Tuhan….
Tuhan…. Aku punya kedua orang tua yang harus aku bahagiakan,
lantas bagaimana caranya aku bisa membahagiakan mereka, sedangkan diriku
sendiri kini dalam keadaan menderita dan sekarat batin. Tuhan, hanya Kaulah
yang tau segalanya tentang jalan hidupku ini, dan di tanganMulah semua kendali
hidupku berada. Mudah mudahan semua seluk beluk yang ku jalani saat ini, akan
membuahkan kebahagiaan di hari esok. Amin….